Engglis Version

Tips Menghilangkan Bau Asap di Dapur Tak Berjendela

Dapur cantik untuk rumah minimalis www.helloshabby.com

www.helloshabby.com -Karena luas rumah yang terbatas, sebagian orang mengubah area taman belakang menjadi bangunan. Akibatnya, sirkulasi udara di dapur tak maksimal. Asap pun masuk ke ruangan.

Saat memasak, tidak sedikit orang yang mengeluhkan bau tak sedap dari asap yang mengepul hingga sampai di ruangan lain.

Salah satu penyebab mengapa bau tak sedap begitu cepat menyebar ke ruangan lain, dikarenakan sistem sirkulasi di dapur yang tidak baik.

Asap dari kegiatan memasak tidak hanya menimbulkan bau tak sedap, namun juga gangguan kesehatan.

Menurut WHO, setidaknya terdapat tiga zat berbahaya yang dihasilkan oleh asap saat memasak yakni, Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Dioksida (NO2), dan Sulfur Dioksida (SO2).

Zat-zat tersebut bereaksi dalam tubuh dengan mengikat oksigen dari hemoglobin. Akibatnya, pasokan oksigen berkurang dan menyebabkan penurunan fungsi syaraf pusat, perubahan fungsi jantung dan paru-paru, mengantuk, koma, sesak nafas, hingga kematian.

Idealnya, sebuah dapur harus memiliki ventilasi atau jendela yang dapat membantu sirkulasi udara dari dalam ruangan dan menggatinya dari udara luar.

Tapi, bagi Anda yang sudah terlanjur mengonversi area belakang menjadi bangunan tertutup, jangan berputus asa dulu!

Seperti dilansir dari thekitchen.com, setidaknya ada enam cara yang bisa dilakukan oleh Anda, berikut ulasannya:

Cara pertama. Gunakan Kipas Exhaust

Exhaust seperti kipas angin, berfungsi menyedot udara dari dalam ruangan (dapur) dan menghembuskannya keluar, sebelum asap sempat berkeliaran ke dalam rumah.

Setidaknya terdapat tiga tipe exhaust yang dipasarkan di Indonesia antara lain,
wall mounted, window mounted, dan ceiling mounted.

Wall mounted dan window mounted ditempatkan di tembok, sehingga di balik dapur harus ada ruang terbuka.

Sementara dapur yang bersebelahan rapat dengan tembok tetangga atau ruang tertutup lainnya bisa menggunakan ceiling mounted, yang dipasang di langit-langit rumah. Asap dihembuskan ke loteng.

Jika dapur Anda berada di bawah lantai dua, maka ceiling mounted exhaust  harus dilengkapi cooker hood. Ini semacam cerobong yang ditempatkan di atas kompor dengan pipa penyalur udara ke luar.

Cara kedua. Gunakan alat HEPA (penyaring udara) portable

Selain menggunakan exhaust, Anda juga bisa menggunakan alat penyaring udara yang mudah dibawa atau digeser. Nyalakan penyaring udara saat memasak atau setelah memasak.

Cara ketiga. Gunakan kipas angin

Selanjutnya adalah menggunakan kipas angin. Dengan kipas angin, asap akan tetap melewati ruangan di dalam rumah. Namun dengan tiupan kipas angin, asap bisa lebih cepat keluar. Agar lebih maksimal, buka lebar-lebar pintu dan jendela rumah setiap memasak.


Cara keempat. Bersihkan kabinet pada kitchen set dengan rajin

Asap yang terlalu lama di dalam rumah baunya akan menempel di perabotan, terutama di kitchen set. Jadi, sering-seringlah membersihkan area ini.

Buka semua kabinet bagian atas kitchen set, khususnya di bagian atas kompor. Lap setiap sisi kabinet dengan air cuka yang disemprotkan.

Cara ini cukup ampuh menghilangkan bau akibat asap dan minyak yang menempel di sekitar kitchen set.

Cara kelima. Terapkan semi gloss atau gunakan cat warna tembok yang mudah dibersihkan oleh air.

Cara ini untuk mencegah bau asap menempel di tembok. Permukaan semigloss tidak punya atau memiliki pori yang minim, sehingga partikel asap yang menimbulkan bau tidak mudah menempel.

Selain itu, permukaan glossy atau licin mudah dibersihkan dengan air.

Bila Anda pergi ke toko cat, nanti akan tertera kode khusus cat tembok “SCRUBBABLE”. Cat dengan kode seperti ini, menunjukkan mudah dibersihkan dengan larutan air dan dapat dicampur dengan sedikit sabun atau larutan deterjen.

Cara keenam. Lawan bau tak sedap dengan aroma masakan yang sedap

Terakhir, adalah dengan melawan bau tak sedap dengan memasak aroma masakan yang sedap. Misalnya, membuat kue karamel, pidding, dan waffle panas.